Selasa, 02 Desember 2008

 Sajak-Sajak F. Mahendra

:: Pondok Kopi ::

seakan, aku telah lama mengenal tempat ini
keceriaan sore hari, suara anak mengaji
dan orang tua yang duduk bersama sepi

Jakarta, 28 Maret 2008

Wanita Pengeduk Pasir

Wanita Pengeduk Pasir
kemanakah suaminya?
atau anak-anak yang lahir dari rahimnya?

-langit menangis, rintik-rintiknya melompat 
dari dahan ke dahan, menyambar bait-bait doa-

wanita pengeduk pasir
sungging senyumnya 
melukai hatiku yang sedang rindu

Madiun, 14 Juni 2008

Do’a Kekasih

Andai tiba waktu ku
ku ingin, tak ada air mata
atau sekedar isak di dada

Andai tiba waktu ku
inginku hanya satu 
: menikmati gerimis bersamamu

Bojonegoro, 10 Agustus 2007

Rindu

Biarlah dua hati bertemu
setelah sekian lama memendam rindu
dan biarlah bisik-bisik menjadi saksi
akan cinta yang terhalang waktu

Bumi Malowopati, Juli 2007

1 komentar:

kuliCinta mengatakan...

terus menulis Fid, kelak ia juga jadi karib kita, yang sesekali mungkin akan mengusap sepi kita,a tau mungkin mengenyek kekonyolan...hehe

salamsehat fid

oya, kunjungi juga
www.kulicinta.blogspot.com